Pages

'' Jalan-Jalan Menuju Taman Ilmu Itu Wangi, Sewangi Syurga Firdausi Abadi"

Friday, December 31, 2010

Pilu melihat remaja kini..



Selama ini saya jarang menulis tapi apabila memikirkan tentang masyarakat kini mengajak saya untuk sama2 menulis demi peringatan bersama.

On the way pulang ke rumah rawang Selangor untuk cuti sem, saya daripada unisza, Terengganu. Jauh perjalanan..memang penat,dengan beg berat,tidak lupa kepok lekor semestinya.

Masuk2 je train rawang saya nampak sepasang couple melayu tengah berpelukan mereka lebih kurang sebaya adik saya pelajar sekolah menengah.Auzubillahminzalik.Tidak malu langsung,beristighfar panjang saya. Tiba-tiba air mata mula mengalir ketika duduk dalam train.

Saya cuma dapat melihat aksi mereka, inilah corak gaya hidup remaja sekarang.Tiada siapa yang ingin mengingatkan mereka tentang ikhtilat hubungan lelaki dan perempuan.Seolah olah agama itu tidak pernah wujud, perjuangan Rasullulah tidak pernah ada.

Cinta..couple.. kenapa ia melalaikan manusia?

Train berhenti terminal kepong, ada kawasan perkuburan disitu.
Kata gadis kepada bfnya, “inilah rumah kita”, sambil membuat aksi seolah olah ingin keluar daripada train. Si bf pula, cuma tersengih. Tidak tahu samada rasa takut atau tidak.

Dalam hati saya berkata, ingat pula diorang ni pasal rumah kedua.
Teringat saya akan kata-kata Rasullulah, “orang yang paling cerdik diantara kamu adalah orang yang banyak memperingati mati”.

Dengan mengingati mati, seseorang itu tidak akan sesuka hati melakukan maksiat,sama ada yang nyata atau tidak.

Di dunia kubur, kita tidak akan terlepas daripada azabnya, terutama orang2 yang gemar melakukan kemungkaran. Hanya amalan baik didunia ini sahaja yang dapat mengurangkan azab tersebut.
Bila kita mati?saya pun tidak tahu, jadi bersedialah. Jangan hanya cinta kecil kita didunia menghancurkan cinta besar kita untuk akhirat.

Monday, December 13, 2010

Rapuh- Opick

detik waktu terus berjalan
berhias gelap dan terang
suka dan duka tangis dan tawa
tergores bagai lukisan

seribu mimpi berjuta sepi
hadir bagai teman sejati
di antara lelahnya jiwa
dalam resah dan air mata
kupersembahkan kepadaMu
yang terindah dalam hidupku

meski ku rapuh dalam langkah
kadang tak setia kepadaMu
namun cinta dalam jiwa
hanyalah padaMu

maafkanlah bila hati
tak sempurna mencintaiMu
dalam dadaku harap hanya
diriMu yang bertahta

detik waktu terus berlalu
semua berakhir padaMu

Sunday, October 24, 2010

Lirik Lagu Tobat Maksiat (Wali Band)

Dengarlah hai sobat
Saat kau maksiat
Dan kau bayangkan ajal mendekat
Apa kan kau buat
Kau takkan selamat
Pasti dirimu habis dan tamat

Bukan ku sok taat
Sebelum terlambat
Ayo sama-sama kita taubat
Dunia sesaat
Awas kau tersesat
Ingatlah masih ada akhirat

Astafighrullahal’adzim

Reff:
Ingat mati, ingat sakit
Ingatlah saat kau sulit
Ingat ingat hidup cuman satu kali

Berapa dosa kau buat
Berapa kali maksiat
Ingat ingat sobat ingatlah akhirat

Cepat ucap astafighrullahal’adzim

Pandanglah ke sana
Lihat yang di sana
Mereka yang terbaring di tanah
Bukankah mereka
Pernah hidup juga
Kita pun kan menyusul mereka

Astafighrullahal’adzim

Repeat Reff
Cepat ucap astafighrullahal’adzim
Repeat Reff
Cepat ucap astafighrullahal’adzim
Cepat ucap astafighrullahal’adzim

Lirik Hilangnya CintaMu (edit lagu cinta untuk Allah)– afiqah Vlee (Ost Lagenda Budak baik)


Bila cinta kini.
Tak lagi bermakna
Yang ku rasa kini
Hanyalah nestapa
Meninggalkan cinta kepadamu..

Kau selalu tawarkan
Manisnya janjimu
ku tak sambut itu
Dengan segenap hatiku
Bila aku pergi
Tinggalkanmu

Hilangnya cintamu
Menusuk hatiku
Ternyata salah memilih
Cinta yang fana

Perginya dirimu
merobek jantungku
Hingga ku terjatuh
Dalam keinsafan

Hilangnya cintamu
Menusuk hatiku
Hingga ku terjatuh
Dalam keinsafan
Uuu...
Dalam keinsafan

Lirik Hilangnya Cintamu – Fiqah Vlee (Ost Lagenda Budak baik)